Thursday, June 11, 2009

permata ayahbonda


Mewangi kuntuman bahagia
Di halaman ayah serta bonda
Menatang selaut cahaya
Melerai resah dan gundah di jiwa
Segunung impian dicita

Selangit harapan di damba
Dibelai, dimanja mesra
Kaulah racun, kau penawar
Senyuman dan tangisanmu
Pengubat duka dan lara

Engkau umpama sebutir permata
Diperlu bukan kasih nan bersinar, bercahaya
Hiasi rumahtangga
Engkau harapan seisi keluarga
Panjatan doa dan aimata
Yang pasrah kepada Yang Esa
Kepadamu tercurah
Kasih sayang dan pengorbanan
Agar terus gemilang

Dididik, diasuh tiap masa
Diajarkan ilmu yang berguna
Mengenal Allah dan Rasul
Menyemai, menyubur iman di dada

Dilayur segala kekerasan
Dilentur dengan kelembutan
Dititip seuntai madah
Hidupmu mula dan berakhir
Menyusur fitrah dan sunnah
Bernoktah di penghujungnya

Tiada yang lebih membahagiakan
Melihat dirimu kian membesar, dewasa
Di dalam sejahtera
Usah terpesona pujukan dunia
Yang hanya menyilau pandangan
Memukau dengan keindahannya
Nasihat ayah bonda
Agar engkau lebih bersedia
Untuk menghadapinya

Bersemi kelopak kasih sayang
Di persada cinta yang sejati
Titisan susu ibunda
Menyegarkan, menghapuskan dahaga

Renjisan keringat dari ayahanda
Menyubur pohon kehidupan
Tuaian sebidang tabah
Buatmu doa dan harapan
Jadilah insan yang mulia
Pembela di hari tua

Waktu bisa merubah segalanya
Dewasalah dalam rahmat dan kasih Ilahi
Redahi pancaroba
Andai langkahmu tersasar kesimpangan
Pulanglah ke laman ayah bonda
Kembali menghuni di tamannya
Bersamalah semula
Menghirup embunan kasih sayang
Sedingin airmata bonda

Engkaulah permata ayah bonda....

Monday, June 8, 2009

sepotong ayat



Bismillaahirrahmaanirrahim..

Dialah yang menurunkan semangat tenang tenteram ke dalam hati orang-orang yang beriman (semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin berserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka) dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. (48 : 4)

Sunday, June 7, 2009

tahniah

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

13 mei yang lalu, telah lahir seorang bakal mujahid (insyaAllah) di HKL. Setelah 9 jam menanggung sakit, akhirnya kedengaranlah tangisan seorang bayi lelaki seberat 3.4kg. Hilang segala rasa sakit setelah melihat si kecil yang kini telah diberi nama Muhammad al-fateh. Tahniah kepada ibu muda itu, nur hamizah binti mohd shariff.. :)

Bulan lepas juga, seorang lagi kawan saya yang berada di mesir (fadzilah) selamat melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama nur 'auni sufiyyah.

Semoga dengan kehadiran permata-permata hati yang ditunggu-tunggu ini menambahkan lagi kemeriahan dan keceriaan kalian. Tak sabar rasanya ingin bertemu dengan budak-budak berdua ni.. Sebetulnya, tak sabar juga ingin bertemu dengan sahabat-sahabatku ini.. Kagum saya.


------------------------------
p/s: terasa ayat begitu skema. ahaaha, biarkan.

psst : ya, saya tahu. Entri kali ni sama sahaja isinya dengan posting yang di sana.. hehe :D

Thursday, May 14, 2009

mari berhenti sejenak...

Bismillaahirrahmaanirrahiim.. 


Perjalanan hidup ini melelahkan, ya sangat melelahkan. Betapa tidak, di saat kehendak kita dihadapkan pada realiti yang beraneka ragam corak dan warnanya, kita harus bertahan kerana kita tidak ingin tujuan hidup kita yang jauh, ternoda dengan kepentingan sesaat. Ini bukan soal halal haram terhadap dunia dengan segala keindahannya, tetapi soal menyikapinya agar tidak tergoda dan terpedaya olehnya.

Gambaran ini dapat kita rasakan pada saat harus mengatakan "tidak" di hadapan mereka semua yang berkata "ya". Ketika ramai orang berbicara ini dan itu dengan segala hujah, tuntutan diri kita membisikkan kita untuk "diam", tatkala orang lain menilai bahkan mengecam kita dengan tuduhan itu dan ini, idealisme kita pun mengisyaratkan kita untuk sekadar tersenyum tanpa kata-kata. Di saat orang bercakap dengan segala keahlian bahasanya, idealisme kita pun hanya meminta untuk membaca fikiran di sebalik fikiran. Dan ketika orang ramai membincangkan dunia dengan segala keni’matannya, idealisme kita pun hanya mengalunkan satu kata, "qonaah". Itulah idealisme kita di hadapan mereka. Memang, ini semua kita fahami sebagai sunnah kehidupan. Gelombang dan badai harus difahami sebagai ladang ujian, masalah hidup merupakan perkara yang tidak dapat dipisahkan daripada hidup. Pahit getir menjadi rencah yang harus dirasakan oleh setiap kita, jatuh bangun adalah tangga yang harus dilalui dalam menggapai sebuah cita-cita.

Lelah, lelah itulah yang sering kita rasakan, kita sering merasakan kejenuhan, bosan bahkan tidak dipeduli dengan keadaan. Namun jangan pernah ada perasaan kecewa apatah lagi putus asa kerana di sebalik semua itu pasti ada sesuatu yang dapat kita jadikan pengalaman yang bererti. Yang kita perlukan adalah berhenti sesaat. Berhenti bukan bererti selesai atau sampai di sini. Berhenti untuk merenungi kembali perjalanan yang telah kita lalui, berhenti untuk memupuk kembali semangat beramal, berhenti untuk mencas bateri keimanan kita agar tidak redup.

Kita perlukan waktu untuk melihat keadaan jiwa kita agar tetap stabil dan tahan dalam menghadapi segalanya. Kita terkadang lupa bahawa ada yang harus kita lihat dalam diri kita, "ruhiyyah" kita. Keadaan ruhiyyah kita yang selalu memerlukan suasana yang teduh, tenang sehingga ia menjadi kekuatan yang akan melindungi jiwa kita daripada pelbagai rintangan yang menghalangi kita. Kita memerlukan kekuatan ruhiyyah yang nyaman agar dapat berfikir jernih dan tetap bersemangat menjalani hidup ini. Kita perlu ketegaran jiwa dalam menghadapi hiruk pikuk hidup.

Inilah yang sentiasa diajarkan oleh Mu’adz bin Jabal r.a. kepada sahabatnya dengan ungkapan yang menyejukkan hati "mari duduk sesaat untuk beriman". Berhenti sejenak untuk melihat kembali keadaan keimanan agar tetap terjaga. Kerana segala yang kita alami dalam hidup harus dihadapi dan bukan lari daripadanya, ingatlah bahawa lari daripada masalah tidak akan menyelesaikan masalah itu, boleh jadi akan menambah masalah baru. Memperbaharui keimanan akan membawa kita untuk memahami hakikat hidup ini dengan segala masalahnya. Mari kita peruntukkan masa untuk selalu memperbaharui keimanan kita di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan.

Buletin Tarbiyah, mmp. 

Monday, May 11, 2009

falling away~


Falling Away - 786 

everytime
i feel u close to me
i dunno
who i'm supposed to be
gimme a chance
cause i dont wanna slip away
gotta keep you in my heart
leaving all my ways

so many times i feel you in my heart
and i just wanna take it from the start
so please hold my hand today
cause i can feel it fallin away

falling away
Allah will show me the way
falling away
cause i dont wanna slip away
fallin away

every soul
is walking back to you
i wanna run
what am i supposed to do

your helping hand
i need everyday
there's something i can do
so in heaven i can stay

i walk around the city
in the middle of the night
but nothing impresses me
til i open up my eyes
a dome in its majesty
a minaret rising high
it's a place for me that everyday
i'll go to keep from falling away..