Monday, August 22, 2011

fazakkir


Last year, I prayed taraweeh next to a very old man. I noticed that he struggled to get up or stand on his 2 feet (he was shaking from weakness), but he stood up for the entire Isha and taraweeh prayers. Someone might have told him to sit down and relax, but you could tell from his determination at every rak’ah that he wants to stand up for Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) during Ramadan and didn't want to sit down.

The old man reminded me that sometimes the measure of how much you love someone is how much effort you're willing to put in for them. If we truly love Allah (Subhanahu Wa Ta'ala), shouldn't all of us put that extra  bit of effort for Him?

I want you today to think of one area or one activity where you show Allah (Subhanahu Wa Ta'ala) that you're putting that extra bit of effort for Him. Perhaps it could be waking up for tahajjud or praying those extra sunnah prayers or going out to feed people. Try it and let me know how it feels.


p/s : What will be your ONE SPECIAL good deed this Ramadhan?

source : ProductiveMuslim

Monday, March 21, 2011

pencils




[when a picture tells everything]



Friday, January 7, 2011

an article a month?


making your willpower work for you

Willpower and the ability to control it is probably the most important thing that will either help you succeed or help you to fail. There are many people who don’t get ahead because their lack of determination and willpower get in the way. As Muslims we all have will power to some degree- we know we can’t drink alcohol, smoke cigarettes and eat non Halal food. But there are some who break these rules and are not sure of how to get their lives back on the right path. It is easy to feel helpless through all of this. At the same time there are some really amazing strong willed people who very easily know what is right and can steer clear of the wrong things. What is the secret of their will power? Perhaps first and foremost it is the rules that Allah has given to us, but even then sometimes temptation does come to us. So how can you build your will power?


Imagine you made a resolution to skip lunch for a month and actually stuck to your decision. You may save your lunch money, lose a few pounds, develop sympathy for the poor, and give your digestive system a much-needed rest. More importantly, you will strengthen your willpower. The reason this works is that you teach yourself to avoid lunch even when you know you could have it if you decide. Your stomach may growl, but you won't listen. Thus you train yourself to ignore the calling of your lower physical self and reach for the higher goals of real human achievement. Doing the right thing even when your desires are calling for something else.

Every year, for one month, able Muslims go through a similar fasting exercise. They observe the fast as a compulsory practice which Allah prescribed in His revealed messages, especially in the final revealed book. One of the many benefits they experience from fasting is its training aspect. The willpower they develop in that one month helps them to continue doing the right thing and avoiding the wrong throughout the year. They find the fast such an effective method of spiritual training and of achieving closeness with their creator that many Muslims also keep some additional, optional fasts on other days of the year.

So how can you train your will power? When you have to control yourself, there is less willpower available to you for other parts of your life. This fact is a good one to know because people who lose their will-power often do things that they would rather not. They become aggressive and give up too early.Scientifically your self-control is at lowest point when you are mentally exhausted. So, what lessons can we learn from what the science is telling us? How can we be in more and better control of ourselves more often?

Below are 3 tips to help you.

1. Anticipate and plan for your times of low self-control. Now that you know that self-control is a limited resource and that depleting it means less for later, you can do some anticipating and planning. For example, make sure that you are not food shopping after a long day at work, don’t start on an important task after a frustrating journey.

2. Exercise your willpower muscle to get more of it. Research confirms that willpower is like a muscle. Exercising a muscle in the short-term leads to its exhaustion, in the long-term, though, exercising a muscle causes it to grow. In fact, there is some good evidence that exercising your willpower, though temporarily depleting, means that it will be stronger in the long run. So, push yourself. Things to do that will deplete your willpower:
  • Work on a tough to solve puzzle;
  • Watch a funny movie but resist the urge to laugh;
  • Watch a sad movie but resist the urge to cry.

3. Drink some orange juice. It turns out that glucose is one of the key ingredients that your brain needs for effective self-control. Willpower. It’s not just for breakfast anymore! And the extra vitamin C is always good.


InshaAllah these tips will help you to have more control over your will power, but remember that Islam also trains us to have will power and when we remember the things we can do then inshaAllah you know that you can increase your will power capacity and make more time for balance.

Remember that the path to managing willpower is hard. nothing will lead to you your goal and paradise without hardship. In a Hadith narrated by Bukhari and Muslim by Abu Huraira radia-Allahu'anhu the Messenger of Allah sallallaahualayhi wa sallam said 'Hell has been veiled with desires and paradise has been veiled with hardships.' Imam Nawai commented on this saying it means that nothing will help you to reach paradise except going through hardships, and nothing will lead you to hell but whims and desires. Hardship includes striving consistently and patiently in worship, restraining ones anger, forgiving, being patient, giving in charity, being kind to those who mistreat you, resisting physical desires etc.

In many ways controlling your will power is part of being a Muslim and the 3 tips will help you get on your way!


Friday, November 19, 2010

[ 23 : 1-11 ]


Bismillaahirrahmaanirrahimm..
  1. Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman.
  2. Iaitu mereka yang khusyuk dalam sembahyangnya.
  3. Dan mereka yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia.
  4. Dan mereka yang berusaha membersihkan hartanya (dengan menunaikan zakat harta itu).
  5. Dan mereka yang menjaga kehormatannya.
  6. Kecuali kepada isterinya atau hamba sahayanya, maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
  7. Kemudian, sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas.
  8. Dan mereka yang menjaga amanah dan janjinya.
  9. Dan mereka yang tetap memelihara sembahyangnya.
  10. Mereka itulah orang-orang yang berhak mewarisi.
  11. Yang akan mewarisi Syurga Firdaus; mereka kekal di dalamnya.
[al-mukminuun : 1-11]

    Saturday, October 9, 2010

    kisah penjual tempe


    Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyara hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

    Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba-tiba dia tersedar yang tempenya yang diperbuat daripada kacang soya hari itu masih belum menjadi, separuh jadi. Kebiasaannya tempe beliau telah masak sebelum bertolak. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah kesemuanya belum masak lagi.


    Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahawa bagiNya tiada yang mustahil. Lalu dia pun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, "Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang soya ini menjadi tempe. Amin."

    Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itu menjadi tempe.

    Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang soya. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantu lah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang soyaku ini kepada tempe, Amin".

    Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan hairan apabila tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walaubagaimanapun kerana keyakinannya yang sangat tinggi dia bercadang untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pemergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak.

    Dia berfikir mungkin keajaiban Allah akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. "Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin". Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai sahaja di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah menjadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada.

    Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum menjadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah kerana doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya punca rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa mempamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahawa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang.

    Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, "Ya Allah,berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini."

    Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

    "Maaf ya, saya ingin bertanya, Makcik ada tak menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum berjumpa lagi." Dia termenung dan terpinga-pinga seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi.

    Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya, "Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin". Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah seronoknya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum menjadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, "Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?" Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di England teringin makan tempe dari desa. Memandangkan tempe itu akan dikirimkan ke England, si ibu tadi kenalah membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di England nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah menjadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak elok lagi dan rasanya pun kurang sedap.

    Perempuan tua itu pun kehairanan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dimakbulkan oleh Tuhan...