Friday, December 18, 2009

Maafkan aku bila mengeluh

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Hari ini dalam sebuah bas aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki kegembiraan hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-hayang berjalan. Dia mempunyai satu kaki sahaja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia melalui... dia tersenyum. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli sedikit kuih. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara dengannya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di pejabat, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, "Terima kasih. Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah, aku buta." Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Sementara berjalan aku melihat seorang anak mirip dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain bola sepak. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu bertanya, "Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, nak?" Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mahu, dengan dua mata untuk memandang mentari dan bukit-bukit, dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi.

Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.

-----------------------------------
salam maal hijrah! Moga tahun ini akan lebih baik. ameen..

3 comments:

sarahfazalul said...

Ya Allah, maafkan siti sarah bila dia mengeluh~

CahayaPenawar said...

ada nasyid arab sal ni..

nurunnuha said...

Ya Allah, maafkan nurunnuha juga bila dia mengeluh~~

shifa' : oo eh? apa tajuk dia?